Monday, 22 July 2013

B. Indonesia2 Tugas2

KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh pembicara ataupenulis dan proses penerimaan oleh pendengar atau pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau  maksud yang di sampaikan oleh pembicara atau penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar atau pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar atau pembaca relative sama dengan yang di kehendaki oleh pembicara atau penulis.


Syarat-syarat kalimat efektif sebagai berikut:
1.
Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.
Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

KESEJAJARAN
Kalimat efekif mempersyaratkan adanya kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Kesejajaran bentuk berhubungan dengan struktur kalusa, sedangkan kesejajaran makna berkaitan dengan kejelasan informasi yang diungkapkan.
1Kesejajaran Bentuk
Kesejajaran bentuk mengacu pada kesejajaran unsur-unsur dalam kalimat. Kesejajaran unsur-unsur kalimat itu akan memudahkan pemahaman pengungkapan pikiran.
Contoh kalimat
a .Lokasi perumahan telah dipilih, tetapi lokasi itu belum disetujui direktur.
b. Lokasi perumahan telah dipilih, tetapi direktur belum menyetujuinya.
Kalimat (a) memperlihatkan kesejajaran bentuk klausa, keduanya merupakan kalusa bentuk pasif. Sementara itu pada kalimat (b) ketitidak sejajaran bentuk terlihat pada ketitidak sejajaran bentuk kalusa pasif (dipilih) dan bentuk kalusa aktif (menyetujui). Agar terdapat kesejajaran, klausa kedua di ubah menjadi klausa pasif. Jika bentuk kalusa pertama pasif, bentuk klausa berikutnya pasif pula (a). sebaliknya, jika bentuk kalusa pertama aktif, bentuk kalusa berikutnya aktif juga. Dengan demikian kalimat (b) dapat di perbaiki menjadi seperti berikut.
        Pemimpin unit telah memilih lokasi perumahan, tetapi direktur belum menyetujuinya.

Kesejajaran bentuk juga perlu diperhatikan dalam kalimat yang mengandung perincian. Perhatikan contoh berikut  :
(4)        Langkah-langkah dalam wawancara ialah
            (a)        pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai,
            (b)        utarakan maksud wawancara, dan
            (c)        mengatur waktu wawancara.
Ketidaksejajaran kalimat (4) terlihat dalam penggunaan bentuk kata pada awal rincian. Dalam rincian yang pertama digunakan bentuk kata pertemuan (nominal); yang akan diwawancarai,
            (b)        mengutarakan maksud dalam perincian kedua digunakan bentuk kata utarakan (verba); dalam perincian keiga digunakan bentuk kata mengatur(verba). Agar sejajar, kalimat (4) di perbaiki menjadi seperti berikut.

            “ Langkah-langkah dalam wawancara ialah     “
            (a)        mengatur pertemuan dengan orang wawancara, dan
            (c)        mengatur waktu wawancara.
 belum menyetujuinya.

KELOGISAN
    
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur unsur  dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis / masuk akal.
Contoh  kalimat tidak logis :
   “Waktu dan tempat saya persilahkan
Kalimat ini tidak logis dikarenakan waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak
dapat dipersilahkan . Kalimat tersebut dapat dirubah menjadi kalimat logis.

  “ Bapak Penceramah , saya persilahkan untuk naik ke                      podium “

PENGULANGAN
Kalimat yang menunjukan penegasan dengan cara megulang kata yang dianggap penting atau biasanya disebut Reduplikasi. Berikut adalah contoh kalimatnya :
  “ Tenanglah , tenanglah semua akan mendapatkan bagian “ 
  “ Pohon pohon dihutan sering ditebangi  “
  “ Hewan hewan itu termasuk karnifora     “

Contoh kalimat  yang didalamnya terdapat pengulangan subjek kalimat yang
tidak diperlukan
  “ Dalam setahun ini ia berhasil menerbitkan 5 judul buku  setahun
  “ Karena  ia tidak diundang, dia tidak datang ketempat itu
  “ Hadirin serentak berdiri setelah  mereka mengetahui bahwa
      presiden   datang “.

Variasi dalam pembukaan kalimat
             Ada beberapa kemungkinan untuk memulai kalimat demi efektifitas ,
yaitu dengan variasi pada pembukaan kalimat . Dalam variasi pembukaan
kalimat sebuah kalimat dapat dimulai atau dibuka dengan :
1.Frase   Keterangan ( waktu, tempat, cara)
2.Frase   Benda
3.Frase   Kerja
4.Frase   VerbumContoh frase penghubung
5.Frase   Partikel penghubung.
  Contoh Penggunaan frase Partikel Penghubung.
      
  “ Karena bekerja terlalu berat dia jatuh sakit

Sumber
Putrayasa , Ida bagus 2007 Kalimat efektif (Diksi , struktur,
dan Logika).
Singaraja : Refika Aditama

B. Indonesia2 Tugas 1



  PENDAHULUAN


DEFINISI  NLP

Secara umum NLP didefinisikan seperti di bawah ini

Minimumkan   f(x) sebagai fungsi 

 Jika subject :     gj(x)  £  0         j = 1,2,3,…,m

     hj(x)  =  0         j = 1,2,…,p

                           x = (x1,x2,…,xn) ÃŽ Ân

dengan fungsi gj dan hj dari vektor x adalah dikenal sebagai fungsi kendala (constraint functions), sementara f disebut  fungsi tujuan (objective function). Meskipun di sana ada sebuah bilangan yang berbeda dengan NLP, mereka adalah kasus khusus. Permasalahan LP juga merupakan kasus khusus dengan menggunakan fungsi f, gj, dan  hj. Juga bermacam permasalahan relatif lebih mudah dianalisis dan dijawab melalui metode simpleks. Secara umum permasalahan di sisi lain memiliki kesulitan tertentu, karena prosedur yang digunakan tidak hanya tunggal ( seperti metode simpleks untuk LP) dan memungkinkan jawaban secara umum beberapa permasalahan NLP.


CONTOH PERUMUSAN  KASUS DAN PENERAPAN   NLP
Berikut ini ada contoh kasus NLP yang diadaptasi dari Biegler (1988). Suatu proses kimia dalam suatu pabrik mengalami 3 macam tahapan untuk menghasilkan 3 produk melalui langkah-langkah berikut ini :

Produk dipompakan dengan pompa P1 dari tangki penyimpanan ke dalam suatu reaktor batch R

Sesudah terjadi reaksi, keluaran dari reaktor dipompakan dengan pompa P2 melalui suatu alat penukar panas (H) ke dalam tangki umpan F.

Dari tangki umpan, produk dipompakan dengan pompa P3 ke dalam Centrifuge C. Di sini padatan dipisahkan dan dikirimkan ke rak pengering (tray dryer) D.  Setelah padatan kering, langsung dikirim ke bagian pengemasan ( packaging).

   BATASAN DAN ASUMSI YANG DIGUNAKAN UNTUK         MENYELESAIKAN KASUS DI ATAS:
Setiap produk diproduksi secara batch, dengan batch baru dapat dimasukan ke tingkatan khusus (specific stage) dalam prosessetelah semua hasil batch awal selesai dikeluarkan semua.
Batas  waktu siklus untuk setiap produk ditentukan dengan waktu yang dibutuhkan pada tingkatan yang mempunyai waktu terpanjang dan sebuah batch diproduksi pada interval waktu siklus ini.
Masalah perancangan untuk menemukan ukuran batch setiap produk sehubungan dengan kapasitas dengan variasi tingkatan. Juga Jumlah biaya peralatan seluruhnya (sebagai fungsi kapasitas). Kendala dari perancangan ini adalah : hubungan teknologi antara ukuran batch dan kapasitas  peralatan. Juga kebutuhan produksi tahunan yang dibutuhkan untuk ketiga produk.


PENYELESAIAN :
  Di dalam penyelesaian dengan NLP, ketiga produk di atas didefinisikan dengan  i = 1,2,3. Sebagai catatan bahwa reaktor, tangki pengumpan, dan rak pengering adalah tingkatan batch, sejak sebuah pemasukan batch dikumpulkan di sini sebelum mereka  mulai dioperasikanKapasitas mereka dicirikan dengan volume dari produk yang mereka tangani. Pada bagian lain, 3 pompa, alat penukar panas, dan centrifuge adalah
semikontinu stage sejak aliran bahan  melalui masing-masing alat sebagai arus. Kapasitas terdiri  5 tingkatan (stage), dan masing-masing memiliki karakteristik
kecepatan alir berbanding terbalik dengan volume. Peralatan proses dilambangkan dengan singkatan  pada belakangnya yaitu  R, F, D dengan  j =1,2,3 ,dan tingkatan semikontinu P1,P2, P3, H, dan C dengan k = 1,2,3,4,5.
Variabel keputusan didefinisikan :
Bi  : Ukuran batch dari produk i (kg),     i =1, 2, 3
Vj  : Volume dari tingkatan batch (m3),  j =1, 2, 3
Rk  : Kapasitas semikontinu stage k (m3/jam), k=1, 2, 3, 4, 5
tik  : waktu dibutuhkan untuk proses sebuah batch produk i pada semikontinu stage (jam), i =1,2,3 dan k =1,2,3,4,5

Masukan (input) pada model NLP terdiri dari beberapa parameter yang mengikuti.
Sij  : faktor ukuran  untuk batch stage j ( volume dari i terproses pada stage j untuk sebuah satuan massa produk akhir i)
Dik  : faktor tugas (duty factor) untuk semikontinu stage k (volume dari i terproses pada stage k untuk sebuah satuan massa produk akhir i)
Qi  : kuantitas dari produk i  yang diproduksi per tahun
H  : waktu yang digunakan untuk produksi per tahun
Pij  : waktu tetap pemrosesan batch dari i pada stage j
Vj max, Vj minkapasitas maksimum dan minimum untuk batch stage j
Rk max, Rk min: kapasitas maksimum dan minimum untuk semikontinu stage k
C(j)  : biaya yang dibutuhkan batch stage j
C(k)  : biaya yang dibutuhkan semikontinu stage k
Fungsi biaya dari bentuk  C(j) = aj.(Vj)aj dan C(k) = bk,(Vk)bk dengan aj, bk, aj , bk adalah nilai yang telah dikenal.


PENUTUP
Pada NLP, prosedur algoritma seperti di atas merupakan garis besar dalam penyelesaian semua permasalahan.
Penyelesaian permasalahan NLP akan lebih mudah, jika dasar-dasar pemahaman teori dan  penyelesaian  permasalahan LP.
Sistem optimasi yang diselesaikan dengan metode NLP harus melihat dan mengamati fungsi secara keseluruhan dan syarat-syarat fungsi kendala supaya didapatkan penyelesaian sesuai yang diinginkan


DAFTAR PUSTAKA
Avriel, M.,1976, Nonlinear Programming, Prentice-Hall, Englewood Cliff, New Jersey.
Biegler, L.T., Grossman, I.E., 1988,Application of Oreration Reseach Technique in Chemical Engineering. North-Holland, New York.
 Hodson, W.K., 1971, Maynard’s Industrial Engineering Handbook, McGraw-Hill, New York.